Jumaat, April 25, 2014

Nikmat



Aku mau nikmat kenyang daripada kelaparan ini, aku mau nikmat lena daripada bangun sepanjang malam, aku mau nikmat riuh daripada bungkam demi melatih letih, aku mau nikmat dingin daripada bahang hari-hari perjuangan, aku mau nikmat sukma yang sentiasa redha mensyukuri setiap rahmat dan hidayah-Mu, aku mau nikmat lapang daripada kesukaran semua jalan ke arah memakmurkan destinasi, aku mau nikmat persaudaraan daripada segala insan yang menerima dan menolakku, aku mau nikmat keharmonian daripada rencam kehidupan warga jagad dan umat Nabiku, aku mau nikmat sempurna setelah Kau membawaku, aku ingin nikmat segala pengakuan dan janji kepadaku dan daripada-Mu, aku mau nikmat syurga-Mu sebagaimana hamba-hamba mulia di sisi-Mu, ya Rabb, demi maghfirah-Mu.

Pustaka-iqbal-nazim
4 Ramadan 1434

NUANSA LANGIT



Tak mampu diceritakan bagaimana wajahnya, iman yang dihidayahkan, sungguh benar kebaikan, sungguh benar kejernihan, sungguh benar anugerah ini - saat mendekat sebenarnya yang ada di dada dialah, saat ada usaha berjauh sesungguhnya dialah yang membuka hijab terbentang nuansa, diberikan suara yang maha sunyi, membungkam di ini dalam, di ini diam, di ini sukma. Tak mampu disampaikan kepada-Mu, tanpa kendara iman menjelajahi nuansa keagungan, tersebarnya nur di langit kalbu.

Pustaka Iqbal Nazim
8 Ramadan 1434H

SUMAYYAH ZHUFAIRAH

Setelah datang memberi riang
kubaca mulus cahaya yang tumpah
dengan kesyukuran

Damai sampai
bayu senja mencecah daunan
beburung diam mendengar tangisan

Menyambutmu cinta menyala
kebanggaan suri kemenangan
sunyi pecah di rahim semesta

Embun terbang mengkhabarkan
awan indah mengepak sayap jelita
meski iqbalku memilih sumayyah

Gebar rahsia-Nya mendebar sukma
indah dalam uji bahagia dalam uja
pendamping maya jambatan syurga.

Rumah Puisi Hasyuda Abadi
Gudon Sepanggar
1/1/2014.

Khamis, April 24, 2014

ADA YANG



Ada yang menyesal. Ada yang kesal. Ada yang sebal. Ada yang tubal. Ada yang bebal. Ada yang panas. Ada yang rimas. Ada yang cemas. Ada yang culas. Ada yang was-was. Ada yang waras. Ada yang puas. Ada yang malas. Ada yang bengang. Ada yang kepayang. Ada yang garang. Ada yang sayang. Ada yang malang. Ada yang kecundang. Ada yang tumbang. Ada yang temberang. Ada yang haiwan. Ada yang siuman. Ada yang pandir. Ada yang kadok. Ada yang jenin. Ada yang mr. bean. Ada yang robot. Ada yang kodok. Ada yang anjing. Ada yang batu. Ada yang api. Ada yang matahari. Ada yang bulan. Ada yang bintang. Ada yang adil. Ada yang bingung. Ada yang sombong. Ada yang gembira. Ada yang duka. Ada yang duga. Ada yang lupa. Ada yang papa. Ada yang alpa. Ada yang buta. Ada yang leka. Ada yang elak. Ada yang lari. Ada yang kejar. Ada yang beri. Ada yang engkar. Ada yang khianat. Ada yang setia. Ada yang hampa. Ada yang hamba. Ada yang luka. Ada yang laku. Ada yang palu. Ada yang palui. Ada yang lesu. Ada yang pilu. Ada yang malu. Ada yang silu. Ada yang silau. Ada yang galau. Ada yang kalut. Ada yang karut. Ada yang kerut. Ada yang parut. Ada yang perut. Ada yang hipokrit. Ada yang benar. Ada yang palsu. Ada yang pasu. Ada yang pakir. Ada yang fakir. Ada yang jerit. Ada yang perit. Ada yang rakyat. Ada yang angkuh. Ada yang selingkuh. Ada yang koyak. Ada yang ranap. Ada yang hancur. Ada yang kecai. Ada yang lebur. Ada yang sejati. Ada yang mati. Ada yang hantu. Ada yang kelam. Ada yang hitam. Ada yang hilang. Ada yang hilang. Ada yang hilang. Ada
yang
h i l a n g. . . !


Pustaka Iqbal Nazim.
8 Mei 2013