Selasa, Ogos 19, 2008

BENARKAN KUBERDUKA

- adinda

benarkan kuberduka meninggalkan pelabuhan
masa sudah menemukan lorong-lorong
di hadapan menerima malam-malam
kosong dengan aman

benarkan kuberduka mendapatkan inti diksi-diksi
yang menyuguh ilusi mengutip pecahan padu
kalbu kelabu di seluruh liku merenjiskan hamis
hempedu dinikmat generasi

benarkan kuberduka jika tanpa sesiapa
tangan-tangan dosa telah merobek jantung nusa
menjadikannya debu-debu yang berakar di angkasa
tanpa suara

benarkan kuberduka menerima segala cerca
kutukan demikian saujana tak juga mengenalinya
tak juga memahaminya tak juga menikmatinya
masa sudah mengalir di lautan nestapa

benarkan kuberduka
begitu tak kupunya air mata
tak kupunya mampu dan kuasa
hanya panjang langkah
menjernihkan kabut kuala.


Kuala Lumpur
19 Ogos 2008

1 ulasan:

Raihani berkata...

Benarkan Kuberduka?Tapi kata Dr.Kemala, Jangan Berduka...hehe!

Nasib baik saya terperasan saudara ada komen di entri saya yg bertajuk Patih Karma Wijaya.Ramai yg ingat saya sedang marah-marah dan entri itu sifatnya personal.

Tapi kata saudara,kaitkan dengan perkembangan semasa.Memang saya sedang memikirkan cuaca siasah tanahair ketika itu!